Di antar Jin saat pulang malam dari Puncak dua Jonggol

      

Foto ilustrasi

            Lintangcruisersblog->> Kejadian-kejadian yang sebenarnya di luar nalar manusia normal memang kadang terjadi nde. Walaupun tidak semua orang percaya ya karena mungkin faktor pemahaman tiap2 orang berbeda-beda. Nah ini kebetulan pengalaman om saya yang kebetulan di alami berdua dengan saudaranya sekitar tahun 2005 an. Karena waktu itu si Om ini sedang sakit dan penyakitnyapun secara medis tidak bisa di tentukan sehingga proses penyembuhanya tidak maksimal. Entah referensi dari mana waktu itu si om di sarankan untuk berobat ke pak haji yang juga ahli spiritual si daerah Jonggol atau sekitaran Puncak dua. Berangkat dari daerah Jati asih sekitar pukul 15:00 wib om saya sampai di tempat tujuan sekitar setengah enam atau menjelang maghrib.

        Singkat cerita setelah perkenalan hingga proses pengobatan selesai hingga ngobrol kesana kemari ternyata waktu sudah jam 10 malam sehingga mereka berdua segera berpamitan. Berhubung kondisi riding malam di medan yang masih asing mereka tidak terlalu cepat memacu motornya hingga tiba-tiba mereka melihat…

Fotto ilustrasi dari google

         Seorang kakek-kakek yang pasti sudah tua ya… Hehhee berdiri di pinggir jalan sehingga membuat si om berhenti dan bertanya. “Ki malem malem gini mau kemana? Dan si kakek pun menjawab dengan bahasa sunda yang artinya “nunggu angkot mau ke pasar”   Kemudian si om pun bicara “ki ini udah malam lagian di kampung begini mana ada angkot jam segini? Ayo ikut saya aja kebetulan mau turun juga ki…. Kemudian si kakek pun membonceng motor dengan duduk paling belakang. Setelah sampai tempat yang di tuju si kakek minta turun dan mengucapkan terimakasih sambil menawari si om untuk mampir di pasar itu yang memang terlihat ramai. Si om pun menolak dengan halus karena waktu audah jam stengah sebelas malam maka langsung capcus melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan mereka sempat merasa aneh dan saling bertanya kok jalan yang di lalui mulus banget beda waktu berangkat tadu sore. Kemudian tak berapa lama si om sampai rumah di Jati asih dan mereka berdua bingung kok tiba tiba sampai di rumah dengan cepat. Rasa heran bertambah ketika melihat jam ternyata masih pukul 11 malam yang berarti perjalanan dari jonggol menjadi lebih cepat. Karena masih heran dengan torehan waktu tempuh Jonggol-Jati asih merekapun sepakat besuk pagi akan mengulang jalur yang sama.
        Keesokan paginya mereka start jam 8 pagi menuju tempat area Pak haji yaitu tempat berobat semalam dan betul saja waktu tempuh normal 2,5 jam. Lantas mereka kembali turun sambil menyusuri dan mengenali pasar di mana tempat  kakek kakek semalam berhenti.. Dan ternyata setwlah ketemu di situ tak ada pasar nde… Hanya ladang kosong yang si tumbuhi pohon-pohon besar yang lebat. Nah kan akhirnya setelah memahami situasi dan mengedepankan nalurinya sebagai orang Jawa merekapun langsung bablas menuju rumah di Jati asih yang juga memakan waktu perjalanan selama 2,5 jam,dan menarik kesimpulan bahwa “semalam kita di antar jin”. Nah itu tadi pengalaman di luar nalar om saya yang sampai hari ini kedua saksi hidup itu masih ada nde… Hehee semoga bermanfaat makasih dah mampir n salam cah mbeling.

Ilustrasi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s