Pengalaman mudik 2017 bareng Byson berkarburator jahat

  

    ​Lintangcruisersblog->> Musim mudik 2017 ini ternyata sangat mengasyikan bradzzz… Karena di luar rencana yang tahun ini harusnya kami berlebaran di cikarang,tapi karena simbah saya sakit terpaksa kami pulang mendadak yaitu istri dan anak berangkat duluan ikut mobil saudara jadilah sayabmencari alternatif lain. Setelah tahun 2016 lalu kami merasakan siksaan kemacetan di jalur tol Cipali kali ini saya sama sekali tidak merasakanya karena beta mudik bawa motor hehehe.. Ya 1 unit Yamaha Byson pinjaman dari teman saya ternyata memberi banyak cerita dalam perjalan kali ini. Kebetulan Yamaha Byson lansiran 2013 ini speknya sudah ga standard bradzzz karena telah mengadopsi Karburator jahat milik Yamaha RX King hehehe. Atas rekomendasi dari bengkel sahabat saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan Oli Pertamina Enduro racing. Kebetulan teman 1 kantor ane rider Yamaha NMax kali ini ikut bareng dengan tujuan mudik ke Kediri jawa timur dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 800an kilo meter.. Ajiiib👍👍

     Setelah isi BBM Pertamax si Byson Fulltank kami pun lepas landas menuju jalur pantura via Cikarang timur dan malangnya saat mendekati jl raya Cikarang karawang ternyata dompet dan uang cash saya ketinggalan alhasil saya harus balik lagi dengan menempuh jarak sekitar 80an KM pulang pergi. Tepat jam 4 sore kami memasuki jl raya Cikarang Karawang dan langsung tenggelam ikut arus para pemudik motor yang telah memacu kendaraanya menuju jalur pantura yang membuat saya semakin semangat memacu kebo berkarburator jahat ini. Di jalur ini saya melirik speedometer si Byson bisa menyentuh angka 101 kpj yang kemudian mulai tersendat di Cikampek sampai Sukamandi. Selepas sukamandi saya mulai puntir gas dengan jahat untuk menutupi akselerasi yang agak smooth agar bisa menjaga kecepatan konstant untuk mengimbangi kecepatan pemudik lainya.. Dijalan raya subang yang penuh tambalan ini Shockbreaker depan dan tapak lebar dari Byson ini bekerja cukup baik dalam meredam benturan demi benturan dengan aspal tambal sulam sehingga kecepatan konstant yang saya dapat adalah sekitar 80-90 Kpj. Dan ternyata NMax teman saya pada bagian Shock braker depan dan belakang standard NMax kurang bersahabat dengan aspal tambal sulam ini karena Rebound yang terlalu cepat dari Shockbreaker standar itu terasa keras dan memberikan efek suara benturan atau jedak-jedak saat melibas tambalan aspal alhasil doi hanya konstant di kisaran 70Kpj yang jelas membuat jarak kami semakin jauh. 

Akhirnya saya berhenti di Indramayu menunggu rider Nmax sekaligus berbuka puasa yang kemudian lanjut gas lagi menyusuri jalur menuju Cirebon sambil sesekali asyik mengikuti rider motor2 sport kencang naked maupun full firing. Beberapa kali ketemu konvoi motor sport dari merk A B dan C yang terkesan arogan dengan Sendalpot brong bergaya zig zag sambil meminta jalan yang menimbulkan adrenalin saya terpacu dengan tetap mempertahankan kecepatan dan Raceline saya hehehe lebay. 

Setelah pertigaan Palimanan ternyata karbu jahat dari Byson menunjukan kinerjanya sehingga indikator BBM berkedip dan memaksa saya untuk isi BBM lagi secara Fulltank. Tepat pukul 12 malam kami istirahat dan tidur di pekalongan sampai jam 2 dini hari yang kemudian memaksakan diri untuk gas lagi dan ternyata mata saya masih menanggung rasa kantuk sehingga harus mampir ke warung kopi dekat jembatan Comal. Saya pun inisiatif mengkompres mata dengan batu es yang ternyata bikin mata jadi bener2 fresh bradzzz langkah inipun di ikuti oleh rider NMax sebelah saya.. Jam 4 subuh kami sampai di puncak Alas roban dan bersantai santai karena berfikir telah terbebas dari kemacetan arus mudik. 

      Ternyata setelah isi BBM fulltank lagi di gringsing kemacetan menyambut di sepanjang Gringsing -kaliwungu yang membuat kami harus berjuang menerobos Dominasi Bus Akap dan kendaraan pribadi. Inisiatif mengambil jalur alternatif Boja -ungaran malah menyesatkan kami di jalur hutan Singorojo yang akhirnya menembus Ambarawa yang kemudian mulai bergelut dengan macetnya jalur Solotigo sampai boyolali dengan medan naik turun yang membuat mesin Byson yang telah panas karena cuaca pun semakin kepayahan dengan kehilangan power dan mulai mati beberapa kali. Jam 12 siang sebelum berpisah dengan Rider NMax kami mendinginkan mesin sampai jam 2 siang bradzzz. 

Setelah lanjut gas kami berpisah saya ambil arah Klaten-Cawas menuju gunungkidul dan mendarat dengan selamat pada pukul 4 sore walau sempat nyasar jauh ke daerah Juwiring Sukoharjo karena faktor kelelahan dan hilang konsentasi.. 

 Ya itu tadi cerita pengalaman mudik kemarin bradzzz .. Penasaran sama konsumsi BBM Byson dengan karburator jahat ini.. Hehehe tunggu artikel selanjutnya karena ini sudah terlalu panjang… Ok makasih dah mampir n salam cah mbeling…

Advertisements

25 thoughts on “Pengalaman mudik 2017 bareng Byson berkarburator jahat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s